Tersesat Tapi malah Untung, Ngebel oh Ngebel

Ponorogo. Lucu dan beruntung, mungkin 2 kata itulah yang pas menggambarkan perjalanan kami ke Ponorogo kali ini. Bagaimana tidak, kami bisa masuk ke Telaga Ngebel padahal saat itu Ngebel sedang ditutup karena adanya PSBB. Nerobos penjaga? Punya kenalan orang dalam? Tentu tidak lah. Ini semua gara-gara kami mengikuti Google Maps, terima kasih google hahahah.

Kami ke Ponorogo untuk menghadiri pernikahan salah satu anggota Traveller653, abang @ahmad_aufar, yang sudah menemukan tambatan hatinya. Berhubung acara resepsinya siang, kami berencana mampir dulu ke Ngebel buat mencari nangka goreng dan durian khas Ngebel. Jujur kami tidak tahu kalau saat itu Ngebel belum dibuka untuk umum. Nah di sinilah kenapa kami beruntung.

Perjalanan kami dari Tulungagung menuju Ponorogo tentu melewati Trenggalek. Sesampainya di Trenggalek, kami memutuskan memakai maps. Awalnya kami tidak curiga dengan petunjuk arahnya. Lama kelamaan jalan yang kami lalui kok mengecil, padahal seingat saya jalan raya Trenggalek-Ponorogo cukup lebar meskipun berkelok-kelok. Selain sempit, belokannya pun juga cukup tajam, bahkan ada yang membentuk huruf U dengan turunan yang cukup wow. Meskipun aspal yang kami lewati cukup halus, tapi ini bukanlah jalur nasional seperti yang kami harapkan. Bahkan sepanjang jalan kami lebih sering melewati area perkebunan/hutan dari pada pemukiman.

waduh, salah jalur wis iki, nekat ae wis melu maps

Sebenarnya kalau dilihat jalan yang kami lalui cukup indah pemandangannya, tapi kami tetap was-was, takutnya kalau mobil kami mogok mau minta bantuan siapa. Untungnya setelah hampir 1 jam melewati “daerah asing” itu kami menemukan peradapan, pasar Kec. Sooko. Legalah hati ini hahaha. Oh iya, Kec. Sooko ini punya masjid yang cukup cantik lho, memiliki latar belakang perbukitan dengan sawah serta di sebelahnya ada seperti taman kecil untuk berfoto. Kamar mandinya juga sangat bersih, cocoklah buat beristirahat sejenak.

Masjid di Kec. Sooko

Selesai melewati Kec. Sooko, ternyata kami belum menemukan jalan nasional menuju Ngebel seperti yang biasa dilewati wisatawan. Kami terus mengikuti maps dan sampailah kami di daerah bernama Sugihan (namanya memang gitu bro, tapi jangan dianggap tempat ini untuk pesugihan ya). Dari sini jalanan mulai rusak, bahkan sekarang untuk simpangan dengan mobil lain harus sangat berhati-hati. Di depan kami ada mobil hitam plat B, mungkin mereka  juga yang tersesat karena mengikuti maps. Lalu tiba-tiba jreng jreng, Telaga Ngebel sudah terlihat, penderitaan kami berakhir. Kok tidak ada loket karcis? Oalah, ternyata kami melewati area perkampungan. Sampai saat itu kami belum tahu kalau sebenarnya Telaga Ngebel sedang ditutup (soalnya pedagang-pedagang masih beroperasi, cuman kondisi saat itu memang sangat sepi dari pada saat saya ke sini dahulu).

Setelah memarkir kendaraan, kami memutuskan berkeliling telaga menggunakan speed boat. Harga sewanya bervariasi, mulai dari 60 ribu rupiah sampai 150 ribu rupiah. Sopir boatnya ramah, enak diajak ngobrol. Yang lebih asyik lagi dia dengan senang hati membantu kita foto-foto di atas boat, terima kasih banyak deh pokoknya hehe. Mau minta dikocak perut pake speed boat? Tinggal request aja ke abang sopirnya, seru kok kena cipratan-cipratan air telaga.

Dan tibalah saatnya mengicipi durian Ngebel. Sebenarnya bulan-bulan maret ini sudah banyak durian yang dijual, tapi karena sedang musim hujan sehingga banyak pohon yang gagal berbuah. Tapi untungnya kami masih menemukan seekor mobil penjual durian. Harga yang ditawarkan tidak terlalu mahal kok, standar lah sesuai ukuran buahnya. Lumayan enak menikmati durian sambil melihat pemandangan telaga.

Duuuriiiannnnnn

Jam sudah menunjukkan pukul setengah 12 siang, kami pun harus segera bergegas menuju acara resepsi (undangannya sampai jam 1 saja soalnya). Jalan yang kami lalui kali ini jalan yang benar (alhamdulillah), saat keluar lokasi telaga kami bertemu bapak-bapak penjaga loket. Di depannya ada 3 mobil yang disuruh putar balik. Hmmm……kenapa ya, apa mereka cuman droping saja terus mencari parkir di tempat lain, tapi kok nggak didrop sampai dalam.

Nah di sinilah lucunya, kami tidak sadar kalau mobil-mobil itu di suruh putar balik karena memang Telaga Ngebel masih di tutup. Teman kami yang sudah selesai dari acara resepsi berencana mampir ke Ngebel, waktu itu mereka tanya ke kami apa Ngebel buka. Dengan polosnya kami jawab Ngebel buka kok, ini buktinya (sambil kami kirimi foto-foto saat di atas speed boat). Sampailah rombongan mereka ke Ngebel dan akhirnya mereka di suruh putar balik juga. Di situlah kami baru sadar ternyata orang-orang tadi putar balik karena tidak boleh masuk hahaha.

Terima kasih maps telah menyesatkan kami sehingga kami bisa masuk ke Ngebel. Keberuntungan yang tidak bisa datang setiap hari hehe. Follow IG kami di @traveller653 ya guys.

Leave a Reply