Secangkir Secang Hangat di Telaga Warna

Hujan perlahan turun, tak begitu deras tapi cukup bisa membuat badan kami basah. Baru beberapa saat kami mengelilingi Telaga Warna saat hujan mulai turun. Padahal seharusnya ini sudah memasuki musim kemarau. Kemarin saat tiba di Dieng, kami pun juga di sambut oleh hujan. Mungkin karena berada di dataran tinggi mangkanya curah hujan di sini lebih tinggi dibandingkan dengan yang lain

Di kawasan ini sebenarnya kita bisa menikmati 2 telaga sekaligus yaitu Telaga Warna yang terkenal karena bisa berubah-ubah warna dan yang kedua adalah Telaga Panglion yang terkenal dengan kejernihannya, bahkan katanya bisa dibuat bercermin. Selain itu, di sini juga banyak terdapat goa -goa alami di sepanjang jalan antara kedua telaga itu. Saat itu kami belum sempat pergi melihat Telaga Penglion karena hujan yang turun mulai deras. Baru setengah jalan menyusuri hutan yang ada goanya, kami memutuskan untuk kembali dan mencari tempat berteduh.

Kami pun bergegas menuju sebuah kafe yang cukup menarik perhatian sesaat setelah memasuki pintu masuk. Kafe di atas awan, begitulah tulisan yang ada di papan namanya. Di halamannya banyak sekali tumbuh bunga hidrangea yang sedang bermekaran, bahkan kita bisa melihat semua warna bunganya di sini. Cukup cantik perpaduannya.

Kafe Di Atas Awan

Dinamakan Telaga Warna karena saat terkena sinar matahari warna air pada telaga itu bisa berubah, kadang menjadi kuning atau biru (meskipun sekarang sudah jarang terjadi). Warna dasarnya sendiri adalah hijau, hal ini dikarenakan belerang yang terkandung di dalamnya sangat banyak. Saat berjalan di sekitarnya, bau belerang tersebut langsung dapat kita cium, apalagi kalau angin sedang bertiup. Mungkin hal ini sedikit banyak akan mengingatkan kita pada kawah di Gunung Ijen yang warnanya juga hijau karena belerang yang terkandung di dalamnya.

Sedikit informasi, untuk biaya masuk ke tempat wisata ini sebesar 15 ribu tiap orang. Sementara lokasi parkir untuk kendaraan adalah di seberang jalan dari pintu masuk, cukup luas sehingga bisa menampung banyak kendaraan roda dua dan empat. Tenang saja, tak perlu mendaki seperti di Sikunir untuk menikmati komplek wisata di sini (dan tetntunya tak perlu bangun dini hari untuk mendapatkan kecantikan telaga ini). Lokasinya yang rindang membuat kami merasa tempat ini memang cocok dinikmati menjelang sore hari, apalagi bila ditambah kabut tipis seperti saat kami ke sini.

Goa alami di antara 2 telaga

Akhirnya makanan dan minuman yang kami pesan telah datang, menyela sedikit obrolan hangat kami di sore itu. Secangkir secang hangat, segelas coklat panas, pisang keju coklat, nugget, dan tempe kemul telah tersaji di meja kami. Kafe ini lokasinya berada sedikit di atas sehingga kami bisa dengan mudah melihat pemandangan Telaga Warna. Harga yang disajikan di sini juga tak terlalu mahal, worth it lah dengan apa yang kami dapatkan. Dinamakan Kafe Di Atas Awan karena terkadang Telaga Warna tertutup oleh kabut sehingga kesannya kita sedang makan di atas awan.

Menunggu makanan datang

Hujan pun masih tak kunjung reda. Tapi kami tak mengeluh karena hal itu, kami malah bersyukur saat itu hujan turun sehingga kami bisa menghabiskan banyak waktu untuk mengobrol ditemani pemandangan yang indah seperti ini. Terkadang traveling itu tak melulu mengejar tempat wisata, tak melulu mengitari semuanya, dan tak melulu harus tahu setiap detail dari tempat ini. Bahkan buat kami, bisa mendapatkan quality time bersama adalah yang kami cari dalam traveling, rehat sejenak dari rutinitas serta bisa mengobrol banyak hal meskipun bukan obrolan yang serius.

Itulah kenapa terkadang kami “malas” ikut open trip karena terkadang jadwal yang mereka berikan sangat padat untuk mengitari banyak tempat wisata. Mungkin kalau kami masih bujang itu sangat menyenangkan, tapi di usia seperti ini tujuan traveling kami sudah benar-benar berbeda.

Tak terasa kami sudah melahap semua yang ada di meja. Hujan pun mulai mereda. Masih ada satu tempat lagi yang kami incar sore ini yaitu Candi Arjuna. Terima kasih Telaga Warna buat kenangannya, secangkir secang hangat akan selalu kami ingat sebagai pertanda kami memiliki sore yang indah di sini.

Leave a Reply