Ranugumbolo, Wisata Yang Katanya Mirip ”Itu”

Gak salah ketik itu judulnya? Yakin? Bukannya yang bener Ranukumbolo? Eits, jangan salah kira dulu, beneran kok itu gak salah ketik. Kalau Ranukumbolo berada di Gunung Semeru, sementara Ranugumbolo berada di Tulungagung. Kok bisa namanya mirip? Mungkin dulu pas bingung mau namain tempat ini, orang-orang melihat kemiripan “danau” di lokasi ini dengan yang ada di Semeru, akhirnya terpilihlah nama Ranugumbolo hahaha.

Tempat wisata yang berlokasi di dekat Bendungan Wonorejo ini memang terkesan unik karena konon katanya saat kita ke sana akan mengingatkan kita pada keindahan Ranukumbolo yang ada di Semeru, begitu kata beberapa orang yang mengulas tempat wisata ini. Ehm, mungkin sedikit berlebihan membandingkannya seperti itu, apalagi buat orang-orang yang “pernah” melihat langsung keelokan Ranukumbolo. Tapi kalau dilihat sekilas memang ada kemiripannya sih, walaupun hanya beberapa persen saja. Paling perbedaan paling besarnya lagi adalah di effort, kalian tidak perlu usaha yang melelahkan lah untuk sampai di sini hehe.

Perjalanan yang harus ditempuh untuk menuju ke sana sekitar 30 menit dari alun-alun Tulungagung. Ikuti saja jalan arah ke Waduk Wonorejo, nanti sekitar 2 km sebelum waduk ada belokan ke kanan agak tajam (ada plang bertuliskan Ranugumbolo). Dari belokan ini paling sekitar 3 km menuju tempat parkir Ranugumbolo. Jalanannya beraspal dan cukup halus, tapi nanti ada sekitar 500 meteran yang jalanannya rusak parah, jadi kalian harus sangat berhati-hati saat melewatinya.

Buka dari jam 06.30 sampai dengan 17.00 WIB dengan tarif masuk sebesar 6 ribu rupiah di hari biasa dan 8 ribu rupiah saat weekend atau hari libur membuat tempat wisata ini tak begitu mahal untuk menjadi tujuan melepas penat sejenak. Lokasinya yang masih alami dengan hutan pinus sebagai komponen utamanya membuat tempat ini cukup instagramable buat di foto. Dengan ujung perjalanan berada di sebuah “danau” yang mana merupakan tepian dari Waduk Wonorejo membuatnya sekilas memang ada kemiripan dengan Ranukumbolo.

Untuk fasilitasnya sendiri sudah ada toilet, mushola serta beberapa warung makan di dekat pintu masuk. Musholanya sendiri merupakan rumah kayu tanpa dinding, kesannya benar-benar mengingatkan kita pada surau-surau di jaman dahulu. Kami juga bertemu dengan orang-orang yang sedang memancing di pinggiran danau saat kami ke sana, itu artinya tempat ini juga termasuk surganya buat kalian yang gemar memancing. Deretan pohon pinus langsung menyambut kami, sudah ada beberapa tempat duduk yang dibuat sebagai tempat istirahat wisatawan. Rindang dan sejuk, itulah kesan kami untuk tempat ini.

Itulah sedikit ulasan kami tentang Ranugumbolo. Buat kalian yang ingin ke Waduk Wonorejo sempatkan mampir ke sini ya. Bagus kok buat foto-foto, apalagi pas sunset. Dan jangan lupa, tetap patuhi protokol kesehatan ya di mana pun kita berada. Semakin cepat pandemi berlalu, semakin cepat pula pariwisata pulih, dan akhirnya kita bisa main lagi kemana pun yang kita inginkan seperti dulu.

Leave a Reply