Berendam di Pemandian Air Hangat dan Bersantai di Pantai Pacitan (Menikmati Udara Ponorogo-Pacitan hari ke 2)

Udara masih terasa sangat dingin saat bunyi alarm di handphone kami bersautan berbunyi. Rasanya terlalu berat untuk bangkit dari tempat tidur, maklum karena semalam kami tidur jam sebelas lebih. Nyamuk-nyamuk yang terlihat kesulitan terbang karena kekenyangan setelah menghisap nutrisi dari kami menambah cerita malam itu. Tiba-tiba suara adzan berbunyi dari arah masjid depan.

Kok sudah Shubuh?

    Pikirku saat itu kami sudah kesiangan saat mendengar adzan berkumandang, padahal rencana kami berangkat sebelum shubuh supaya tidak terlalu siang saat sampai di pemandian air panas.

“Iku adzan gawe nangekne wong tahajudtan mas”, kata Rizki

    Oh iya, aku pun langsung teringat kalau kami berada di lingkungan pondok pesantren, syukurlah berarti kami tidak bangun kesiangan. Satu persatu dari kami mulai bangun, ada yang ke kamar mandi, ada yang merapikan bekas tidurnya, ada yang ngemil jajan buat mengisi perut, ada juga yang duduk termangu (mungkin meratapi mimpi indahnya yang belum selesai).

“Ayo budhal, lhak jik ngantuk dilanjutne turu nang mobil ae”, celetuk Ridwan.

“Yo kon enak gag nyetir iso turu, lha kene sing nyetir gag iso turu maneh”, jawabku.

    Sekitar pukul setengah empat kami berangkat. Sebelum berangkat kami dipanggil Ibunya Rizki, ternyata beliau membawakan kami bekal untuk sarapan nanti ketika di lokasi pemandian. Hanya ucapan terima kasih yang dapat kami sampaikan sambil tersenyum malu karena tidak enak hati sudah merepotkan beliau di pagi hari, bahkan sebelum kami bangun.

Pemandian Air Hangat Tirta Husodo

    Lokasi pemandian berada di Jalan Arjosari – Banyu Anget, Karangrejo, Arjosari atau sekitar 1,5 jam dari tempat kami menginap. Pemandian air panas ini tidak begitu sulit ditemukan karena petunjuk arahnya sudah sangat jelas. Saat sampai di Pasar Arjosari (sekitar 15 km sebelum memasuki Kota Pacitan) bila kalian melewati rute jalan raya Ponorogo-Pacitan, ada papan penunjuk ke arah kanan bertuliskan “Pemandian Air Hangat”. Dari persimpangan tersebut lokasi pemandian hanya berjarak sekitar 3 km. Hati-hati ya saat melewati jalan ini karena aspalnya tidak begitu bagus.

    Setibanya di sana kami langsung mencari tempat yang rindang untuk menaruh barang-barang kami. Harga tiket masuk ke dalam kawasan  Pemandian Air Hangat Tirto Husodo ini relatif terjangkau, cukup membayar tiket masuk untuk dewasa sebesar Rp. 10.000 dan untuk anak-anak sebesar Rp. 5.000 saja.

   Terdapat 2 kolam anak-anak dan 2 kolam dewasa yang dapat kita inikmati. Sebenarnya masih ada 1 kolam renang utama lagi, tapi kolam renang itu tidak boleh dipakai karena merupakan sumber air panas dari kawasan pemandian ini.

    Mau tahu sensasi paling enak saat di kolam air hangat? Coba langsung ceburkan seluruh tubuh kamu ke dalam kolam. Rasanya maknyus, beberapa dari kami mempraktekan hal itu dan hasilnya………..panas seluruh tubuh hehe. Hampir sekitar satu jam kami berendam di kolam, tak terasa perut kami mulai keroncongan. Tikar kami bentangkan dan perbekalan yang dibawakan Ibunya Rizki kami buka. Menu makanan kami sambel goreng kentang, lele goreng, dan ayam pedas Hmm……….nikmat dan enakkkkkk.

   Selesai makan kami membersihkan diri di kamar mandi yang banyak tersedia di sekitar lokasi. Kalian bisa memilih membilas diri dengan air hangat atau air dingin, tapi jangan lupa membayar 3 ribu rupiah ya kepada penjaga toiletnya.

Pantai Watu Karung

  Sebelum menuju pantai Watu Karung, kami singgah dulu ke rumah salah satu sahabat traveller653, mbak @asmikwr. Kami mampir ke sana soalnya Mbak Asmi ini teman kami yang merupakan penduduk asli Pacitan, kalau istilah jawanya “kudu sowan dhisik nang penguasane Pacitan ben ora kualat”, ya meskipun tujuan kami mengajak Mbak Asmi supaya ada petunjuk jalan ke pantai-pantai di Pacitan, hehe.

    Pacitan merupakan daerah yang memiliki banyak deretan pantai yang sudah dikelola dengan sangat baik. Selain itu Kabupaten ini juga memiliki banyak goa yang sudah dijadikan destinasi wisata seperti yang terkenal yaitu Goa Gong. Karena itulah Pacitan mendapat julukan Kota 1000 Goa.

    Pantai Watukarung terletak di Desa Watukarung Kecamatan Pringkulu, sekitar 40 km dari Kota Pacitan atau 1,5 jam perjalanan kalau lancar. Akses jalan menuju ke sana sudah beraspal tetapi cukup sempit sehingga harus hati-hati kalau berpapasan dengan kendaraan dari arah sebaliknya. Selain itu di beberapa bagian juga terdapat tanjakan maupun turunan tajam yang tentunya sedikit banyak akan menyiksa kendaraan anda.

    Panas yang cukup menyengat kami rasakan sesampainya di sana. wajar saja karena kami sampai sana sekitar jam sebelas. Bibir pantainya lumayan luas dan dikelilingi perbukitan karang. Kami langsung menyewa 2 gazebo untuk bersantai. Harganya? cukup membeli beberapa gelas minuman dan kalian bisa bersantai sepuasnya.

   Suasana lumayan sepi saat kami ke sana, membuat pantai ini terasa milik sendiri, enak lah buat melepaskan penat dari rutinitas sehari-hari. Ombak yang seru buat bermain air, area camping yang luas, serta penginapan yang nyaman membuat pantai ini punya daya tarik yang kuat untuk menarik wisatawan. Dan yang lebih menarik, kami bertemu dengan beberapa orang turis yang sedang berjemur di pantai. Ini bukti kalau Pacitan bisa menjadi destinasi wisata unggulan di Jawa Timur.

One Reply to “Berendam di Pemandian Air Hangat dan Bersantai di Pantai Pacitan (Menikmati Udara Ponorogo-Pacitan hari ke 2)”

  1. This is more useful information than I have read anywhere else. Please could you share your sourceexperience with your readers?

Leave a Reply