Baluran dan Pantai Bama – Afrika Kecil di Tanah Jawa (Bumi Blambangan part 1)

BALURAN

    Perjalanan pertama kami adalah mengunjungi Taman Nasional Baluran yang terletak di Kabupaten Situbondo (meskipun sebagian orang lebih mengenalnya sebagai tempat wisata di Banyuwangi karena letaknya di perbatasan Situbondo-Banyuwangi). Berangkat dari Blitar pukul 20.00 WIB, kami harus menempuh perjalanan 327 km untuk sampai di Baluran, lumayan jauh juga karena kami memakai jalur darat. Rute yang kami lalui adalah Malang-Pasuruan-Probolinggo-Situbondo. Sempat berhenti sekitar 1 jam di salah satu pom bensin Probolinggo untuk tidur sebentar, kami sampai di Baluran sekitar pukul 06.30 WIB (sekedar info, perjalanan malam hari lewat pantura lumayan sepi, tapi harus sangat berhati-hati karena kendaraan yang lewat umumnya berkecepatan tinggi, mangkanya kalau capek atau ngantuk mending kalian istirahat dulu).

    Taman Nasional Baluran sendiri berada di pinggiran pantura jalan utama menuju Pelabuhan Ketapang, jadi tidak begitu sulit buat menemukannya. Dinamakan Baluran karena taman nasional ini berada di kaki gunung Baluran. Belum sampai kita masuk ke tempat wisatanya, kita sudah di sambut oleh segerombolan monyet di pinggir jalan yang berbaris mengharap makanan dari orang-orang yang lewat, seru lah pokoknya. Tapi hati hati ya, jangan terlalu dekat memberi makanan soalnya monyet di sana liar.

    Tiket masuk hari senin-jumat untuk domestik 15.000 dan mancanegara 150.000, sementara untuk weekend atau hari libur untuk domestik 17.500 dan mancanegara 225.000. Sekedar saran, kalau ke sana jangan memakai mobil yang jarak antara body dengan tanah tidak terlalu tinggi karena jalan di Baluran masih bebatuan, dari pada nanti mobilnya lecet-lecet hehe.

    Sepanjang jalan kalian akan melihat rumput-rumput berwarna coklat dan pohon-pohon yang daunnya berwarna kuning (katanya sih kalau musim hujan daun-daun ini bakal berwarna hijau, mangkanya disebut hutan musiman). Sempat hampir kecewa sih karena  kami belum melihat hewan-hewan yang sering diberitakan banyak ditemukan d sini, tapi setelah memasuki padang rumput Savana Bekol, kekecewaan kami terobati (bayangkan saja kenapa kami hampir kecewa, sejauh 6 km dengan jalanan yang rusak kami hanya melihat rumput-rumput coklat dan sesekali melihat monyet).

Rumput berwarna coklat sepanjang jalan

“Dan……inilah surga dari Baluran, Savana Bekol. Its wonderfull place……”

Narsis dulu
Salah satu spot foto yang melegenda di Baluran

       Perpaduan padang rumput luas dengan latar belakang gunung ditambah kerumunan rusa yang berlari-lari bebas. Terik panas matahari pun tidak terasa karena angin yang bertiup begitu sejuk. Itulah kenapa Allah adalah sebaik-baiknya pencipta, meskipun harus melewati medan yang lumayan berat dan jauh, tapi semua itu serasa terbayarkan setelah sampai di Savana Bekol.

Mobilnya ikut mejeng dulu yaaaa

    Belum puas kami berfoto-foto, kami melihat di kejahuan sana ada segerombolan kerbau liar yang berlari ke arah hutan (duh….sayang sekali kami gag sempat berfoto). Dan jika kalian beruntung, kalian bisa melihat burung merak dan banteng lho, menarik bukan…….

PANTAI BAMA

Pesisir Pantai Bama

    Puas menikmati alam yang konon katanya mirip di Afrika, kami melanjutkan perjalanan ke Pantai Bama yang terletak di ujung kawasan wisata Baluran (sekitar 3 km dari Savana Bekol).. Turun dari mobil kami langsung disambut kera-kera liar berekor panjang. Pas kami melempar makanan ke mereka, kera-kera itu terkadang berantem karena rebutan, lucu lah pokoknya hehe.

Hore ketemu saudara

    Pasir di Pantai Bama berwarna putih dan ombaknya tenang. Tapi pantainya kurang enak untuk dibuat renang karena airnya bercampur dengan tanah. Di sebelah baratnya terdapat hutan mangrove yang instagramable untuk dipakai foto-foto. Sementara di sebelah timur, kalian akan menemukan spot-spot yang rindang untuk bersantai menikmati suara ombak. Cocoklah untuk melepas penat sejenak atau untuk tidur-tiduran sebentar. Untuk fasilitas buat mandi kalian tidak perlu kawatir karena sudah tersedia banyak toilet umum d Pantai Bama.

    Tak terasa jam sudah menunjukan pukul 10.30. Kami pun mengakhiri main-main di Pantai Bama. Pas masuk ke mobil, kami baru sadar kalau bensin kami sudah kedip-kedip (kebodohan yang luar biasa, harusnya tadi sebelum masuk Baluran kita isi bensin dulu -_-). Terbayang lah di alam liar yang jauh dari pemukiman dengan medan yang rusak seperti itu kami harus kehabisan bensin hahaha. Untungnya bensin kami masih cukup sampai kembali ke Savana Bekol. Di sana ada warung makanan yang juga menjual bensin (jualnya gag lewat botol, tapi langsung diambilin dari mobil si pemilik warung itu hehe)

    Nah….buat kalian yang ingin menginap dan menikmati sunrise dari Pantai Bama, kalian bisa menghubungi petugas taman wisata Baluran. Sudah tersedia beberapa vila yang bisa kalian sewa ramai-ramai di san.

 

Follow IG kita di Traveller653 ^_^

Leave a Reply