Like This!!!! Donor Darah Pakai Bis PMI

Sudah seperti tradisi di setiap peringatan Hari Oeang, kantor-kantor di Kementerian Keuangan mengadakan acara donor darah, baik itu secara internal maupun gabungan dengan unit lain yang masih dalam satu daerah. Kalau biasanya kita memakai tempat tidur (velbed) atau kursi sofa yang sandarannya bisa di sesuaikan saat melakukan donor darah, kali ini kami berkesempatan “merasakan” bagaimana rasanya diambil darah di dalam bis PMI.

Kegiatan donor darah ini merupakan serangkaian acara Peringatan Hari Oeang ke 74 Tahun 2020 dengan tema Peduli, Responsif, Adaptif Atasi Pandemi, Bangkitkan Ekonomi” yang dilakukan oleh kantor kami di tengah pandemi COVID 19. Acara diperuntukkan untuk internal kantor saja guna membatasi resiko penyebaran COVID 19 (beberapa hari sebelum donor darah dilakukan, seluruh pegawai telah mengikuti RAPID tes memakai metode serelogi bekerja sama dengan Laboratorium Klinik Prodia Blitar dengan hasil Non Reaktif semua).

Pengecekan berat badan

Tentu menjadi pengalaman yang unik karena sebagian besar dari kami belum pernah berdonor di dalam bis, hal ini disebabkan tidak setiap PMI daerah memiliki kendaraan ini. Sedikit cerita, awalnya seperti biasa kami berencana bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Blitar untuk mengadakan acara ini, tapi ternyata mereka baru ada jadwal kosong di awal bulan November. Lalu kami menghubungi PMI Kabupaten Blitar dan ternyata jadwal mereka juga penuh. Alternatif terakhir kami coba menghubungi PMI Kabupaten Tulungagung, alhamdulillah mereka ada jadwal kosong di hari kamis tanggal 22 Oktober 2020. Dan yang lebih seru lagi, mereka menawarkan memakai bis saja buat donor biar tidak repot menyiapkan ruangan. Wah….asyik juga nih donor di dalam bis, ganti suasana foto donor lah.

Pengisian formulir pendaftaran

Setelah mengisi formulir pendaftaran donor, kami melakukan pengecekan awal seperti cek berat badan,  HB, tekanan darah dan golongan darah yang dilakukan oleh petugas PMI. Hal ini bertujuan untuk melihat apakah darah dari si pendonor cukup bagus untuk didonorkan atau tidak serta untuk mengantisipasi keadaan yang membahayakan bagi si pendonor bila darahnya diambil. Sekedar informasi, berat badan minimal untuk pendonor adalah 50 kg dan jumlah darah yang di ambil sebesar 350 ml.

Selesai melewati pemeriksaan, saatnya masuk ke dalam bis. Terdapat 4 tempat duduk dengan 2 petugas yang sudah siap “mengambil” darah kami. Sedikit gambaran, mesin bis PMI ini harus selalu menyala karena berguna untuk menyalakan ac ruangan dan kulkas tempat penyimpanan darah. Lalu terdapat 2 layar tv sebagai hiburan pendonor serta audionya yang lumayan mantab di telinga (bisa request lagu juga kok hehe). Mungkin tujuan ini semua supaya si pendonor tidak tegang saat diambil darahnya karena tidak semua orang bernyali besar ketikamenghadapi jarum suntik maupun saat melihat darah. Terakhir selesai berdonor, seperti biasa kami diberi jajanan dari PMI (inilah salah satu alasan saya suka berdonor hahaha).

Itulah sedikit pengalaman pertama kami berdonor di dalam bis PMI. Tak lupa kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya buat PMI Kabupaten Tulungagung atas kesediaannya dalam mendukung acara ini. Buat kalian yang takut buat donor darah, ayo lawan rasa takut kalian. Ingat, setetes darah kalian mungkin akan sangat berharga buat orang lain, hitung-hitung buat beramal lah. Misalnya si penerima darah melakukan tindakan atau perbuatan baik, bisa jadi kalian juga ikut tercatat dalam amal itu karena darah kalian mengalir ke tubuh orang itu, luar biasa bukan ^_^

Leave a Reply