Kamu Tidak Bisa Mengubah Masa Lalu, Tapi Tak Ada Yang Tahu tentang Masa Depan

Penyesalan, suatu hal yang sering kali kita dengar saat seseorang melakukan sesuatu yang tidak seharusnya dilakukan, atau seharusnya dia lakukan tetapi tidak dilakukan. Kata tersebut sangat identik dengan hal yang cenderung negatif. Memang tak bisa dipungkiri dalam kodratnya manusia diciptakan sebagai makhluk yang tak bisa lepas dari kesalahan, tetapi Tuhan begitu bijaksana dengan memberi kita anugerah yang sangat luar biasa berharga yang bernama akal, pikiran, dan perasaan. Ketiga hal tersebutlah yang akan kita gunakan untuk belajar dari setiap kesalahan yang kita lakukan.

Sudah banyak contoh manusia yang bertindak tanpa berpikir panjang, berbuat tanpa memikirkan efeknya, yang ujung-ujungnya hanya menambah “simpanan” penyesalan di hati mereka. Tetapi menyesali kesalahan itu secara berlarut-larut juga tak akan membuat hal tersebut berubah. Sudah menjadi ketentuan Tuhan bahwa penyesalan sebesar apapun tak akan bisa merubah masa lalumu. Seorang pencuri yang telah bertobat dengan sungguh-sungguh tetap tidak bisa mengubah suatu fakta bahwa di masa lalu dia pernah mencuri. Begitu juga dengan seorang laki-laki yang menelantarkan keluarganya, meskipun dia telah berubah dan menjadi orang yang bertanggung jawab, tetap saja bahwa dia pernah melakukan “kesalahan” terhadap keluarganya. 

 Seandainya Time Travel seperti di film Avengers itu benar-benar ada di dunia nyata, tentu banyak orang berlomba-lomba untuk memakainya. Bahkan mungkin mereka rela mengeluarkan seluruh hartanya hanya untuk kembali ke masa lalu dan memperbaiki semua yang terjadi pada saat itu.

Sampai di sini apakah kita sepakat?

Kita tidak perlu berkecil hati kawan, memang masa lalu tidak bisa kita ganti atau kita ubah sesuai keinginan kita, tapi kita bisa memperbaiki semua kesalahan kita untuk masa depan yang lebih baik. Bukankah masa depan tidak ada yang tahu? Bukankah masa depan seperti lembaran kosong yang bisa kita tulisi lagi dengan hal-hal yang baik? Bukankah Tuhan juga membuka pintu maafnya selebar-lebarnya bagi mereka yang ingin bertobat?

Penyesalan memang diperlukan sebagai bentuk sikap kalau kita benar-benar mengakui telah melakukan kesalahan, tapi jangan terlalu larut dalam penyesalan. Tujuan kita menyesalinya bukan untuk terjebak dalam hal itu, tujuan utama kita adalah memperbaikinya. Seperti contoh narasi di atas, dulu mungkin dia seorang pencuri, tapi dia telah berubah dan berhenti mencuri. Dulu dia seorang lelaki yang tak bertanggung jawab, tapi sekarang dia telah menjadi sosok pria yang sangat mengayomi keluarganya.

Memang tidak semua orang mendapatkan kesempatan kedua, tapi percayalah selalu ada kesempatan kedua untuk orang-orang yang mau menyesali perbuatannya. Ayo mulai sekarang kita renungkan kesalahan apa yang pernah kita lakukan, meminta maaf kepada orang-orang yang pernah kita sakiti, lalu kita lukis hari-hari kita dengan sesuatu yang luar biasa. “Belajarlah dari Masa Lalu, Hiduplah untuk Masa Depan”- Albert Einstein

Leave a Reply