Dirgahayu Negeriku Tercinta, Dirgahayu Indonesiaku

Sejarah adalah suatu kisah yang tak dapat diulang kembali dengan narasi yang sama persis seperti saat terjadinya peristiwa tersebut. Peristiwa tersebut bisa berkesan baik tapi juga bisa terkenang sebagai kejadian buruk yang orang-orang tak ingin hal itu terulang kembali. Tepat pada tanggal 17 Agustus 1945, di sebuah rumah sederhana dengan halaman yang cukup luas yang berada di Jakarta Timur, terjadi suatu peristiwa sejarah yang akan selalu dikenang sebagai awal mula berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Peristiwa yang menandai bahwa Indonesia telah merdeka dari penjajahan yang telah terjadi beratus-ratus tahun lamanya.

Sudah 75 tahun lamanya peristiwa itu kita peringati bersama, banyak sekali kegiatan-kegiatan untuk mengisi kemerdekaan, bahkan tak sedikit juga darah yang masih harus dikeluarkan dalam mempertahankan kemerdekaan itu. Dengan semua perjuangan itu, timbul sebuah pertanyaan klasik yang sering kali dilontarkan oleh tokoh-tokoh bangsa pada saat ini, “Sudahkah Kita Benar-Benar Merdeka?”

Maybe Yes…………….maybe no.

Buat yang memilih “YA”, mungkin itulah jawaban kebanyakan orang. Bangsa ini sudah bisa menentukan sendiri kebijakan mereka tanpa ada campur tangan negara lain, tidak ada lagi perbudakan kepada masyarakat Indonesia, tidak ada lagi penyiksaan karena tidak patuh kepada penjajah. Masyarakat bebas menentukan pilihan hidupnya, bebas memeluk agama yang mereka yakini, sangat berbeda dengan masa penjajahan di mana gerak langkah mereka sangat dibatasi. Bahkan mereka dipaksa bekerja tanpa dibayar untuk memenuhi keinginan para penjajah. Yups betul sekali, bangsa ini benar-benar telah merdeka.

Tapi jangan salahkan juga kalau ada yang beranggapan Indonesia belum sepenuhnya merdeka. Secara teori, kekayaan alam Indonesia dapat dikelola sendiri demi kemakmuran masyarakat. tetapi kenyataannya banyak negara asing yang menguasai SDA kita. Utang Indonesia yang terbilang masih banyak juga menjadi indikasi kita belum bisa berdiri mandiri secara ekonomi, meskipun negara-negara lain juga memiliki utang untuk memenuhi kebutuhan mereka. Artinya, secara ekonomi kita masih “dijajah”, sebuah penjajahan modern bernama kapitalis.

Tentu akan sangat panjang jika kita bahas kedua pendapat itu. Dua pendapat yang seharusnya bisa sama-sama kita pahami tanpa harus berdebat panjang seperti hobi sebagian masyarakat Indonesia karena hal itu hanyalah sebuah sudut pandang dari berbagai sisi. Tugas kita sekarang adalah mengisi kemerdekaan ini dengan hal-hal positif, menciptakan karya-karya yang bisa bermanfaat buat banyak orang, bukan sibuk berdebat yang ujung-ujungnya sangat mudah di adu domba. Lupakan kata malas dibenak kita, banyak negara makmur dibangun dengan doa, kegigihan dan kerja keras.

Wahai bangsaku, usiamu sebagai sebuah negara yang merdeka memang tak bisa dibilang sebentar, sudah banyak pemimpin silih berganti untuk membawamu maju, berbagai progam telah dijalankan untuk memakmurkan rakyatmu. Tak pernah kami berputus asa terhadap masa depanmu, tak pernah luntur kebanggaan kami menjadi wargamu karena merah putih selalu berkibar di hati kami dan garuda selalu terpantri di dada kami.

Selamat ulang tahun ke 75 buat Indonesiaku, Dirgahayu NKRI

Leave a Reply