Menyambangi Sendang Gile dan Tiu Kelep, Air Terjun di Kaki Gunung Rinjani

Lombok Punya Cerita. Air Terjun di kaki gunung memang seperti hal yang biasa kita jumpai. Sama seperti Air Terjun Madakaripura yang berada di Taman Nasional Bromo Semeru, Gunung Rinjani juga memiliki air terjun yang menjadi wisata tersendiri buat para wisatawan yang ingin menikmati kesegaran bermain air di kawasan pegunungan. Terletak di Desa Senaru Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara, terdapat 2 air terjun yang dapat kita kunjungi secara bersamaan karena berada di satu lokasi. Sendang Gile dan Tiu Kelep namanya.

Air Terjun Sendang Gile

Air Terjun Sendang Gile

Air terjun Tiu Kelep berada di atas air terjun Sendang Gile. Air yang mengalir dari Tiu Kelep inilah yang nantinya menjadi aliran air terjun di Sendang Gile. Letak Sendang Gile sendiri tidak jauh dari pintu masuk pembayaran karcis. Harga tiket masuknya sendiri sebesar Rp 10.000 (sudah termasuk tiket masuk ke Tiu Kelep). Untuk mencapai Sendang Gile, kita harus berjalan sekitar 15-20 menit dengan cara menuruni anak tangga. Karena akses jalannya yang mudah serta perjalanannya yang tidak begitu jauh, Sendang Gile lebih ramai dikunjungi wisatawan dari pada Tiu Kelep. Selain itu  petunjuk arah menuju ke sini sudah sangat jelas, jadi kalian tidak perlu takut tersesat.

Air terjun bertinggi sekitar 31 meter ini terlihat seperti memiliki 2 tingkatan. Bila momennya pas, kita bisa melihat pelangi di balik kabut tipis yang ada di atas air terjun ini. Di sekitar air terjun banyak orang berjualan makanan ringan, mulai dari gorengan, pop mie, hingga minuman-minuman hangat sebagai teman penghangat tubuh. Jika kalian bermain air di sini, kalian tetap harus berhati-hati ya karena bebatuan di sini terkadang sangat licin. Setelah puas berfoto-foto di Sendang Gile, kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju Tiu Kelep.

Air Terjun Tiu Kelep

Air Terjun Tiu Kelep

Berbeda dengan jalur treking Sendang Gile yang relatif sudah dibangun, jalur menuju Tiu Kelep masih berupa jalan setapak menyusuri hutan rimba di Geopark Taman Nasional Gunung Rinjani. Untuk itu kami memutuskan menyewa pemandu lokal, tarifnya sekitar Rp 50 ribu untuk menemani kita sampai kembali ke pintu masuk. Sekedar saran buat kalian yang baru pertama ke sini, sebaiknya kalian mengikuti langkah kami untuk menyewa pemandu lokal, bagaimanapun lokasi Tiu Kelep berada di hutan, biar kalau terjadi sesuatu ada orang yang sudah hafal daerah sini.

Perjalanan untuk mencapai ke sana kami tempuh kurang lebih 40 menitan. Suasana asri dengan suguhan pemandangan hutan lindung menjadi sensasi tersendiri. Sesekali kita harus menyeberangi sungai yang airnya masih sangat bening. Perjalanan untuk menuju lokasi air terjun kami tempuh sekitar 30 menit. Pemandu kami sangat ramah, beliau sesekali memperingatkan kami jika ada jalan yang berlumpur atau bila ada bebatuan licin saat kami menyeberangi sungai. Keramahan penduduk lokal di Senaru memang tak perlu diragukan lagi.

Dan tibalah kami di lokasi air terjun, tak ada orang saat kami sampai di sana. Bisa dibayangkan kalau kami tadi tidak membawa pemandu lokal, hanya berdua di tempat sesunyi ini. Beberapa saat setelah kami berfoto-foto, barulah ada beberapa wisatawan yang datang, termasuk 3 orang bule yang langsung berenang ke bawah aliran air terjun. Kami memutuskan untuk tidak berenang karena kami ingin duduk-duduk menikmati suasana keindahan alam di sini, melihat lukisan Tuhan yang sangat indah.

Aliran air Tiu Kelep seperti terbagi menjadi beberapa bagian,  mereka terlihat mengalir menembus tumbuhan yang ada di dinding tebing. Menurut pemandu kami, jika diartikan ke dalam bahasa Sasak, Tiu berarti kolam, sementara Kelep bermakna terbang. Kolam yang terbang? atau kolam yang berada di ketinggian sehingga dikatakan terbang? Entahlah, yang jelas kami sangat menikmati gemericik air di sini.

Berbeda dengan Sendang Gile yang sudah memiliki beberapa fasilitas untuk wisatawan, Tiu Kelep tidak ada fasilitas sama sekali. Mangkanya air terjun yang memiliki ketinggian 40 meter ini masih terasa sangat alami. Kalau kalian haus, kalian bisa langsung minum di air terjunnya, airnya bening kok. Tapi kalau kalian tidak doyan, maka bawa perbekalan air yang mencukupi ya karena tidak ada warung di sini.

Inilah sedikit petualangan kami di Senaru, daerah Lombok Utara di kaki Gunung Rinjani. Lombok selalu punya kisah tesendiri buat kami, dan mungkin buat kalian juga yang pernah menjejakkan kaki di sini. Terkadang kisah itu tak selalu baik, tapi kami selalu menikmatinya karena kami tahu rencana Tuhanlah yang terbaik.

2 Replies to “Menyambangi Sendang Gile dan Tiu Kelep, Air Terjun di Kaki Gunung Rinjani”

  1. gausa bawa air kalo ke tiu keleeep hahahaha dingin banget udaranya bikin ga haus ๐Ÿ™Š

    1. traveller653 says: Reply

      hahaha betul juga sih, kalau haus juga bisa langsung minum air pegunungannya, dijamin segeeerrrr

Leave a Reply