Bukit Merese, Tempat Yang Asyik Menikmati Kawasan Mandalika

Lombok Punya Cerita. Selain terkenal dengan keindahan pantainya, Lombok juga punya tempat yang sangat indah dinikmati bersama pasangan, apalagi kalau kalian adalah pengantin baru dan membutuhkan tempat romantis untuk mengabadikan momen-momen kebersamaan kalian. Berada di sebelah Pantai Tanjung Aan (bisa dibilang masih satu lokasi), terdapat bukit cantik yang tidak terlalu sulit untuk dinaiki. Dengan latar belakang lautan yang dikelilingi pantai-pantai di Kawasan Mandalika, bukit ini seperti memiliki sensasi yang berbeda dibandingkan bukit-bukit pada umumnya. Yups, Bukit Merese namanya.

Sekilas bukit ini mirip dengan Pulau Padar di Labuan Bajo karena memiliki pemandangan pantai dari arah perbukitan. Sebelum bermain air di Tanjung Aan, biasanya wisatawan menyempatkan diri untuk naik ke Bukit Merese. Hanya sekitar 10-15 menit saja untuk naik ke bukit, kalian sudah mendapatkan pemandangan yang eksotis. Jalur trekingnya juga tidak begitu sulit, tapi kalian harus tetap hati-hati supaya tidak terpeleset. Bila cuaca sedang baik dan waktu berkunjung kalian yang tepat, kalian akan mendapatkan bonus yang sangat cantik berupa sunrise maupun sunset, jadi tidak masalah kalian mau datang pagi atau sore hari (kalau menurutku sih enakan saat senja di sini).

Melihat ke arah sisi kiri Bukit Merese, kita akan disuguhi lengkungan pesisir Pantai Tanjung Aan. Sementara di bagian depan ada Pantai Batu Payung terlihat jelas (meskipun sekarang batu payung yang ikonik itu sudah roboh karena terkikis air). Di sebelah barat kita juga bisa menyaksikan garis Pantai Seger yang panjang menghampar. Lautan yang memiliki gradasi biru dan hijau ditambah semilir kesejukan angin laut menjadi kesegaran tersendiri buat kalian yang mencari “vitamin sea”. Kalau cuaca sedang tidak panas, duduk-duduk di tepian sambil bercengkrama dengan istri sambil melihat pemandangan yang begitu indah seperti itu menjadi momen favorit saya saat berada di sini.

Pohon di atas Bukit Merese yang kini tak ada lagi

Selain kecantikan seperti disebutkan di atas, Bukit Merese juga memiliki keunikan lain yaitu pemandangan yang sangat berbeda saat musim kemarau dan musim penghujan. Saat musim kemarau, tanahnya menjadi gersang dan tidak ada rumput yang tumbuh membuatnya terlihat berwarna coklat sehingga mirip seperti suasana saat berfoto di savana. Namun saat musim penghujan, rumput-rumput tumbuh subur yang membuat bukit ini berwarna hijau, bahkan tak jarang kita bisa menjumpai sapi-sapi milik masyarakat yang dilepas di sini untuk mencari makan. Sapi-sapi itu ramah-ramah kok kalau kalian ajak foto hehe.

Itulah sedikit cerita kami tentang Bukit Merese. Bukit cantik yang menawarkan keromantisan Lombok kepada kami, yang membuat kami terkadang rindu Lombok.

Leave a Reply