Berendam Santai Di Tanjung Aan

Lombok Punya Cerita. Tak jauh dari Bandara Lombok International Airport di Praya, terdapat kawasan yang dikembangkan oleh pemerintah Indonesia untuk menjadi pusat wisata di Lombok berikutnya selain kawasan Senggigi dan Gili Trawangan. Menempuh perjalanan kurang lebih 40 menit dari bandara, kita akan sampai di KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) Mandalika yang mana pengembangan utamanya berada di sekitar Pantai Kuta. Yang terkenal dari pengembangan kawasan ini adalah pembangunan sirkuit untuk ajang sekelas Moto GP. Tentu banyak pecinta olahraga kebut-kebutan ini tidak sabar untuk segera melihat jagoan mereka beraksi di Lombok, sesuatu yang dirasa bisa membuat Lombok menjadi pusat pariwisata di Indonesia selain Bali.

Tak jauh dari Pantai Kuta, terdapat pantai lain yang tak kalah enak untuk dinikmati, bahkan cenderung lebih sepi daripada Pantai Kuta. Hanya berjarak sekitar 4 km dari Kuta, Tanjung Aan seperti menghadirkan pemandangan yang berbeda dari Pantai Kuta karena belum banyak pembangunan yang ada di sekitar sini saat kami ke sana, meskipun pantai ini juga masuk KEK Mandalika. Mungkin setelah pembangunan sirkuit selesai, investor-investor akan segera membangun hotel-hotel di area sini, beruntung sekali kami saat ke sana masih dapat menikmati kealamian Tanjung Aan.

Jalan menuju Tanjung Aan tidak begitu sulit dilalui karena sudah beraspal bagus. Tidak ada karcis masuk untuk ke sini, kita cukup membayar Rp 10 ribu untuk parkir mobil dan Rp 5 ribu untuk sepeda motor. Setelah memarkir mobil di tempat yang rindang, kami mencari lokasi yang nyaman untuk bermain-main air. Pasirnya berwarna putih dan sangat halus. Sangat menyenangkan berjalan-jalan menyusuri Tanjung Aan karena garis pantainya yang panjang. Dan yang paling mengasyikkan, tepi pantainya tidak langsung landai sehingga kita bisa berenang-renang atau berendam sampai agak tengah tapi tidak membuat kita tenggelam, ditambah air ombaknya yang tenang, cocok banget buat teman-teman yang suka bermain di pantai tapi tidak bisa berenang.

Sudah seperti hal wajib untuk pantai-pantai di Lombok memiliki ayunan dari kayu yang biasa dijadikan trademark pantai tersebut. Namun untuk bisa berfoto di ayunan itu kalian perlu memiliki kesabaran yang ekstra karena wisatawan lain juga menjadikan ayunan itu jujukan sehingga lumayan lama lah antriannya. Tapi kalau kalian tidak minat berfoto di sana, masih banyak kok spot-spot lain yang instragamable juga.

Setelah puas berenang-renang, kalian bisa menyewa perahu untuk mengunjungi Pantai Batu Payung. Harga sewa perahu itu sekitar Rp 300 ribu, tergantung kalian pintar-pintar menawar. Lalu di sisi kanan Tanjung Aan juga ada Bukit Merese yang tak kalah indahnya untuk dinaiki.  

Tak ada gading yang tak retak, pantai ini tetap memiliki kelemahan yang mungkin bisa mengganggu saat kalian ke sana. Buat kalian yang takut kepada anjing, kalian harus sedikit berhati-hati karena di Tanjung Aan banyak anjing yang berkeliaran. Sampah-sampah juga banyak yang berserakan di beberapa tempat. Selain itu, ada juga penjual kain tenun, tukang foto, dan pemilik perahu yang sedikit memaksa untuk membeli dagangan mereka atau menyewa jasa mereka. Terkadang hal-hal seperti itu cukup mengganggu buat sebagian orang yang berlibur. Tapi secara keseluruhan ini merupakan salah satu pantai yang paling indah menurut kami dari sekian pantai yang pernah kami kunjungi.

Buat kalian yang berwisata ke Pulau Lombok, Kawasan Mandalika seperti hal wajib yang harus kalian kunjungi. Ada banyak wisata di kawasan ini yang bisa kalian kunjungi seperti Tanjung Aan, Bukit Merese, Pantai Selong Belanak yang terkenal dengan kerbaunya, Pantai Mawun, dan masih banyak lagi.

Leave a Reply