Pesona Bawah Laut Gili Nanggu

Lombok Punya Cerita. Pulau Lombok memang terkenal dengan hamparan pulau-pulaunya yang memiliki keindahan alam yang luar bisa cantik. Nama-nama seperti Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno mungkin sudah begitu terkenal di khalayak umum, tak hanya di masyarakat dalam negeri, tapi juga di mancanegara. Turis-turis dari negara lain mulai menyasar Lombok sebagai destinasi utama mereka selain Pulau Bali. Tapi Lombok tak hanya memiliki 3 pulau itu, masih ada Gunung Rinjani yang terkenal dengan segara anakannya, wisata desa adat, dan masih banyak lagi tempat lainnya yang tak kalah menariknya.

Kali ini saya akan bercerita sedikit pengalaman saya saat mengunjungi Gili Nanggu yang terkenal dengan pesona bawah lautnya. Gili Nanggu terletak di Selat Lombok atau di sebelah barat Pulau Lombok. Berada di Kecamatan Sekotong Barat Kabupaten Lombok Barat, kami menempuh perjalanan sekitar 1,5 jam dari Kota Mataram. Sebenarnya banyak jalur untuk menyebrang ke Gili Nanggu, bisa melalui Pelabuhan Lembar, Pelabuhan Sekotong, atau menyewa perahu nelayan yang berada di Desa Tawun. Saat memasuki Desa Tawun, akan banyak rumah-rumah penduduk yang menawarkan wisata ke 3 gili (Gili Kedis, Gili Sundak, dan Gili Nanggu) lengkap dengan alat snorklingnya.

Saat itu salah satu teman sudah memboking 3 perahu, jadi saat kami sampai ke sana tidak terlalu bingung memilih agen wisatanya. Oh iya, traveling kali ini lebih mirip family gathering, jadi tiap keluarga sudah ada bagiannya sendiri-sendiri harus membawa “tugas” apa saja. Berhubung saya dan istri bukan asli orang Lombok, jadi kami ya ikut saja acaranya, pokoknya tinggal iuran dan terima beres hahaha.

Makanan untuk siang hari juga sudah dipersiapkan oleh teman kami. Paling enak Traveling emang kayak gini, tinggal duduk dan menikmati perjalanan tanpa repot memikirkan pernak perniknya (soalnya biasanya jadi EO kalau pas main sama anak-anak Traveller653 hihihi). Untuk harga sewa perahu dan tiket masuknya bisa searching sendiri saja ya soalnya saya tidak tahu harga pastinya.

Tujuan pertama kami adalah Gili Kedis. Pulau kecil ini bisa dibilang hanya seukuran lapangan sepakbola, bahkan terkadang menghilang kalau air laut sudah pasang. Saya sarankan bawa Drone kalau ke sini karena pulau ini begitu cantik kalau di foto dari atas, seperti sedang terasing di pulau terpencil dengan pasir putihnya yang halus.

Puas berfoto-foto di Gili Kedis, kami mampir sebentar ke Gili Sundak. Di sini terdapat beberapa rumah makan yang cocok buat kalian nikmati saat senja. Oh iya, jika kalian ingin melihat Patrick dalam kartun Spongebob, di sinilah tempatnya karena pulau ini memang terkenal banyak memiliki bintang laut di sekitar pantainya. Pulau ini juga cocok buat kalian yang ingin “mencari ketenangan” di tempat yang sepi dan jauh dari kebisingan sambil ditemani dengan pemandangan yang indah.

Dan tujuan terakhir kami adalah Gili Nanggu. Pulau ini memiliki beberapa resort yang dimiliki oleh 1 orang warga negara asing, jadi tiap harinya yang menghuni pulau ini hanya beberapa pegawainya dia (kalau mau menginap di sini, langsung nego ke penjaga resortnya saja, biasanya dapat harga lebih murah). Setelah menggelar tikar dan menaruh barang-barang, acara utama kami pun dimulai, SNORKLING.

Snorkling

Tidak seperti Gili Trawangan yang harus naik kapal lagi untuk mencapai spot snorkling, di Gili Nanggu kalian langsung bisa nyebur di tepi pantainya karena spot di sini sudah sangat bagus. Terumbu-terumbu karang dan nemo-nemo bisa kalian lihat dari jarak yang sangat dekat. Jangan lupa bawa serpihan-serpihan roti supaya ikan-ikan itu mau mendekat ke kalian. Sayang sekali beberapa terumbu karang sudah terlihat rusak karena di injak-injak manusia. Selalu ada resiko yang dibayarkan saat suatu pulau sudah dijadikan tempat wisata.

Makan siang dengan menu ikan bakar khas masakan Lombok sudah menanti kami. Ibu-ibu sudah menyiapkan sajiannya lengkap dengan berbagai camilannya. Jujur ini merupakan salah satu ikan bakar paling mantap yang saya makan selama ini, mungkin karena sambalnya yang enak dan ditambah bumbu ikannya yang sudah meresap sampai daging terdalam (rasanya seperti ikan bakar terkenal di Lesehan Tanah Maik Purnama yang berada di Lombok Utara).

Ikan bakarnya maknyussss banget rasanya

Selesai mandi dan menjalankan kewajiban sholat fardu, kami lalu naik kapal untuk kembali ke Desa Tawun. Perjalanan dari Gili Nanggu memakan waktu sekitar 15 menit. Sebelum kembali ke Mataram, kami sempatkan menikmati senja di sekitar Pelabuhan Sekotong sambil menyantap jagung bakar. Suasana kekeluargaan yang sangat akrab, salah satu hal yang pasti kami kangenkan di Lombok.

Penduduk di Desa Tawun mencari kerang saat sore hari
Senja di Pelabuhan Sekotong

Leave a Reply