Gowes Reuni 653 – Tak Ada Kata Perpisahan

Dan terjadi lagi, mutasi harus membuat kami melepas mentor sekaligus sahabat kami, Pak Qhie, yang selama ini menjadi panutan banyak orang di kantor kami. Memang bekerja di intansi ini membuat kami memiliki banyak saudara, tapi tak jarang menimbulkan banyak kesedihan karena SK mutasi yang bisa datang sewaktu-waktu tanpa permisi dahulu. 

Sabtu 30 November 2019, sembilan belas sepeda siap kami kayuh menuju Pantai Serang sebagai suguhan terakhir kami sebelum beliau menempati kantor baru. Gowes perpisahan? Sebenarnya bisa dibilang seperti itu, tapi beliau tidak mau disebut perpisahan karena tidak ada kata perpisahan kalau sudah jadi saudara seperti ini. Akhirnya tema gowes kali ini kami ganti menjadi REUNI GOWESER 653 soalnya teman-teman goweser yang sudah pindah dari kantor ini pun ikut berpartisipasi dalam acara ini.

Start dari kantor pukul 07.00 WIB, kami bersembilan belas mulai mengayuh sepeda kami. Selain para goweser, juga masih ada 16 orang yang ikut dalam rombongan kami dengan menaiki mobil. Tugas mereka simpel, menyiapkan makanan saat teman-teman goweser sampai hahaha (namanya juga gowes sekaligus piknik tipis-tipis). Oh iya, semua makanan untuk acara ini kami pesan di Djoyo Catering, rekomended banget lah catering yang satu ini hehehe.

Sampai di Kecamatan Sutojayan atau sepertiga panjang rute yang ditempuh masih relatif lancar karena jalanan yang masih datar-datar saja. Sesekali kami berhenti untuk minum dan foto-foto. Tantangan sesungguhnya baru dirasa setelah memasuki hutan jati. Yups………tanjakan mesra tak berujung. Sedikit cerita, kalau gowes ke arah Pantai Tambakrejo meskipun jalannya juga naik tapi sesekali masih dikasih sedikit turunan untuk setidaknya mengambil ancang-ancang. Di hutan jati ini, jalannya full naik tanpa turunan sepanjang 1,5 km untuk tanjakan pertama. Tanjakan pertama??? Bener sekali, soalnya setelah jalan datar sedikit masih ada tanjakan kedua yang hampir sama karakteristiknya dengan tanjakan pertama. Panjangnya? Ya sekitar 2 km-an.

ngepost dulu

Satu per satu dari kami turun dari sepeda pada tanjakan pertama ini (paling tak sampai setengah goweser yang bertahan). Nafas mulai tak beraturan, bahkan ada seorang goweser wanita kita memilih naik mobil tim pengamanan. Kami memutuskan beristirahat sekitar 10 menit untuk “mengatur nafas”sambil mempersiapkan diri untuk tanjakan kedua. Alhamdulillah untuk tanjakan kedua ini kami bisa melalui semua (mungkin karena “mesin” sudah panas hehe).

REST AREA

Selepas melahap tanjakan, sampailah kami di rest area. Kami langsung menuju gubuk yang saat itu tidak dipakai berjualan untuk membuka sedikit bekal kami. Pisang, gorengan, makanan rebusan ditambah teh dan kopi hangat menjadi teman kami beristirahat sambil bercanda gurau. Momen-momen seperti inilah yang akan dikangenkan karena suasana berkumpul seperti ini tidak setiap saat bisa terjadi. Tak lupa acara foto-foto tetap menjadi agenda wajib kami saat di rest area ini. Selesai beristirahat sekitar 20 menit kami melanjutkan perjalanan. Selepas hutan jati, medan yang kami lalui adalah turunan yang lumayan panjang, bisa dibilang bonuslah setelah “megap-megap’ melahap tanjakan. Selesai tantangannya? Ternyata tidak. Masih ada 1 trek menanjak yang membentuk huruf U yang harus kami lalui, tidak begitu panjang tapi lumayan curam.

FINISH PANTAI SERANG

40,1 km panjang rute yang kami lalui. Capek?? Ehm….puaslah yang jelas, rasa capeknya seperti tidak terasa dengan keseruan sepanjang perjalanan. Di area sekitar parkiran Pantai Serang sudah menunggu teman-teman yang ikut rombongan mobil menyambut kami. Tikar sudah dihamparkan, makanan dan es kelapa muda berbaris rapi seperti memanggil-manggil kami. Tanpa pikir panjang kami langsung meminum es kelapanya, nikmat sekali ditenggorokan. Canda tawa pun pecah menceritakan berbagai “kisah” selama gowes tadi.

POTONG TUMPENG

Masuklah kami ke inti dari serangkaian acara ini, memperpisahi Pak Qhie. Sebelum memotong tumpeng, kami panggil satu persatu nama-nama alumni kantor ini yang ikut bergabung dalam gowes reuni 653 dan ternyata cukup banyak, hampir sepertiga peserta. Potongan pertama diberikan oleh Pak Qhie kepada Pak Ervandi aka terlezat.com selaku pelopor Goweser 653 (sedikit cerita, demi acara ini, Pak Ervandi rela berangkat dari rumahnya di Sidoarjo pada hari jumat dengan mengayuh sepeda, luar biasaaaaaaa). Lalu potongan kedua diberikan kepada Pak Andi yang mana merupakan pengganti beliau sebagai ketua paguyuban kantor (meskipun saat itu belum resmi hehe). Selesai acara potong tumpeng, kami lalu makan bersama sambil menikmati kesejukan angin pantai. Poh……bener-bener nikmat rasanya, sebuah kenangan yang pasti akan berkesan buat kami yang ikut acara ini.

Pantai Serang punya cerita buat kami. Kami yang pernah menjadi bagian dari keluarga besar kantor ini, khususnya anggota goweser 653. Tidak banyak yang bisa kami berikan kepada beliau sebagaimana jasa yang telah beliau berikan terhadap kantor ini. Hanya beberapa cinderamata dan doa yang tulus dari kami supaya beliau selalu dalam perlindungan-Nya. Semoga suatu saat kami bisa gowes reuni lagi, entah itu di Jogja (tempat tinggal beliau) atau di Blitar lagi  #duluransaklawase

Jaga Teman, Bersatu Padu, Blitar Sangar

Leave a Reply