Secangkir Kopi Akhir Pekan di De Karanganjar Koffieplantage

Blitar memiliki banyak sekali perkebunan yang dijadikan tempat wisata, seperti PT Perkebunan Nusantara XII (PTPN XII) Sirah Kencong di Wlingi, Perkebunan Gambar di Nglegok yang lebih sering terdengar dengan nama Bukit Teletubbies, lalu ada Perkebunan Harta Mulia yang sekarang lebih dikenal dengan De Karanganjar Koffieplantage atau Keboen Kopi Karanganjar.

Kebun Kopi Karanganyar berada di Dusun Karanganyar Desa Modangan Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar, berjarak sekitar 15 km dari Kota Blitar. Tidak begitu sulit mencari perkebunan ini. Kalau dari arah Makam Bung Karno, kalian pergi saja menuju Candi Penataran. Nanti sebelum sampai di gerbang candi atau tepatnya di Pasar Penataran, kalian belok ke arah kanan lalu ikuti saja petunjuk arah yang ada di sepanjang jalan.

Tiket masuk di lokasi wisata ini Rp 15.000 per orang. Pemilik dari perkebunan ini adalah Bapak Herry Noegroho (Bupati Blitar tahun 2006-2016). Lalu tempat-tempat menarik apa saja yang ada di sini?

1. Rumah Souvenirwinkel

Awal masuk kita akan disuguhi pakaian Belanda yang terpapang di depan sebuah rumah. Di sini kita bisa menyewa pakaian tersebut untuk berfoto-foto cantik seperti noni-noni Belanda. Maklumlah, desain dan nama tempat-tempat di sini meamng terinspirasi dari nama-nama Belanda

2. Kantor De Karanganjar Koffieplantage

Sebenarnya bangunan ini dalamnya hanya berupa kantor yang menangani operasional dari pabrik ini, tapi yang menjadi khas dari kantor ini adalah tulisan di atasnya yang sering dijadikan background foto oleh orang-orang yang berkunjung di sini. Di depannya terdapat taman yang rindang dengan pagupon di atas pohonnya. Cukup menyenangkan mengambil foto di sini karena kalian akan di temani oleh burung-burung dara yang berterbangan. Selain itu kalau kalian ingin menyewa ATV untuk berkeliling kebun, kalian bisa memesannya di kantor ini.

3. Roemah Lodji

Rumah ini merupakan tempat tinggal dari Bapak Herry Noegroho saat menginap di perkebunan ini. Jam bukanya pukul 10.00-12.00 dan 13.00-16.00 WIB. Kalian akan ditemani guide yang berpenampilan ala-ala jadul seperti orang Belanda jaman dulu, cara menjelaskannya pun juga cukup menyenangkan (seru lah diajak bercengkrama). Terdapat lukisan berumur 150 tahun dan barang-barang milik Bung Karno hasil lelang yang tersimpan di rumah ini.

4. Moesioem Poerna Bhakti

Museum ini merupakan replika dari ruang kerja Bapak Herry Noegroho saat menjabat menjadi Bupati. Di sini tersimpan pakaian dinas yang pernah beliau gunakan, sertifikat-sertifikat penghargaan, dan beberapa foto kegiatan saat beliau masih bertugas.

5. Moesioem Poesaka

Museum pusaka berada di belakang museum purna bakti. Di sini terdapat benda-benda pusaka seperti keris yang menjadi koleksi Bapak Herry. Di setiap keris yang dipajang terdapat keterangan-keterangan sejarah yang menjelaskan tentang keris itu. Katanya tiap bulan suro keris-keris tersebut dimandikan. Hmmm…….saya tidak masuk deh kalau sudah ada gini-giniannya hehe.

 6. Moesioem mBlitaran

Di museum ini tersimpan berbagai lukisan-lukisan berbagai gamelan koleksi dari pengelola kebun. Suasana ruangan yang agak “singup” yang kami rasakan membuat kami tidak melanjutkan untuk masuk semakin ke dalam museum.

7. Playground, Kinderdorp dan Kandang Rusa

Buat kalian yang mengajak anak-anak, kalian tidak perlu khawatir dan bingung untuk mencarikan tempat bermain buat anak-anak atau adik-adik kalian soalnya di sini juga tersedia area bermain seperti ayunan, rumah pohon, dan tersedia juga kandang rusa. Kan enak menyuapi mereka sambil melihat-lihat rusa, dijamin deh adik-adik balita bakal betah di area ini.

8. Ons Grootouders Cafe

Di sinilah tempat nongkrong asyik untuk menikmati kopi dari berbagai daerah yang disediakan tempat wisata ini. Desain yang klasik ala-ala Belanda ditambah tempatnya yang sejuk menambah keseruan ngobrol. Kalau hari minggu biasanya di sini ada pertunjukkan musik keroncong. Buat kalian yang hobby “mejeng” di Instragam, pasti tidak akan melewatkan berfoto di setiap sudut kafe ini karena memang banyak spot yang instragamable. Mau membawa oleh-oleh kopi khas Blitar? Atau mungkin kopi dari daerah-daerah lain? Tenang saja, di salah satu sudut ruangan kafe ini tersedia tempat pengolahan kopi yang mana menyediakan berbagai bungkus jenis kopi yang dapat kalian bawa pulang. Harganya pun bervariasi, tergantung jenisnya.

Saya dan istri cukup menikmati liburan akhir pekan di sini, lumayanlah bisa rehat sejenak dari aktifitas “kota” sambil bersantai menikmati kopi, meskipun kami berdua bukan penikmat kopi hehehe. Buat kalian yang sudah pernah ke sini, silahkan share pengalaman kalian di kolom komentar. Atau yang ingin ke sini dan bingung jalurnya, kalian bisa tanya-tanya ke IG @traveller653 atau email sahabattraveller@gmail.com  

Leave a Reply