Pengalaman Pertama Naik Kereta Api Priority

Agenda rutin yang mengharuskan saya untuk naik pesawat minimal 2 kali tiap bulan terkadang menimbulkan rasa jenuh juga. Jenuh suasana di bandara, jenuh mendengar suara bising mesin pesawat, hingga jenuh harus menunggu kalau sedang delay. Bukannya sok-sok’an, tapi tuntutan β€œpergi karena cinta, pulang karena SK” yang mengharuskan saya rutin pulang pergi SBY-LOPΒ  minimal sebulan sekali yang terkadang menimbulkan perasaan jenuh tersebut. Belum lagi kalau tiba-tiba rasa takut dan was-was muncul saat berada di pesawat, contohnya saat terjadi turbelensi yang keras (cuman bisa pasrah dan berdoa). Mangkanya saat saya ada tugas di Jakarta, saya memilih pulang menggunakan kereta api, meskipun memerlukan waktu lebih lama, tapi setidaknya bisa mengobati sedikit kejenuhan tadi.

Warna gerbang priority

Pas lihat-lihat Traveloka, kok ada kereta priority, itupun saat weekend saja (kalau dari Jakarta ke Jawa Timur tiap hari jumat, sebaliknya kalau dari Jawa Timur ke Jakarta tiap hari minggu adanya). Jujur saya baru tahu jenis kereta ini, maklumlah sudah lama tidak naik kereta. Saya pun langsung tanya-tanya mbah google, ternyata kereta ini tingkatnya di atasnya eksekutif tapi dibawahnya kereta sleeper atau kereta luxury. Gerbong kereta priority ini menempel di kereta api eksekutif, tapi harganya sekitar 2 kali lipat dari harga kereta api eksekutif. Lumayan mahal juga ya, kan sampainya bareng sama yang Eksekutif.

Berhubung tujuan saya ke Kediri,  yang tersedia di jalur itu cuman Kereta Api Gajayana Priority dan saat saya mau pesan ternyata sudah habis (padahal itu masih 4 hari sebelum keberangkatan). Karena sudah kebelet pengin nyobain kereta jenis ini, akhirnya saya memesan Bangunkarta Priority. Ya geser dikit lah stasiunnya, soalnya Bangunkarta lewatnya di Stasiun Jombang.

Boarding Pass

Harga tiket Kereta Api Bangunkarta Eksekutif adalah Rp 500.000 dan untuk harga kursi gerbong prioritynya adalah Rp 950.000, lumayan juga selisihnya. Sekedar informasi, untuk Gajayana Priority tiketnya menembus angka Rp 1.200.000 (dengan harga segini kita sudah bisa beli tiket pesawat Jakarta-Surabaya atau Jakarta-Malang lho).

Fasilitasnya??

Satu gerbong kereta priority terdiri dari 24 kursi saja. Kursi penumpang berukuran lebar dengan ruang kaki lapang dan dapat diundurkan (padahal ruang kaki kereta eksekutif sudah cukup lebar). Untuk pijakan kaki dan bagasinya hampir sama dengan kereta eksekutif, cuman terlihat lebih keren. Yang bikin gerbong ini VVIP adalah adanya AVOD (Audio Video On Demand ) dengan LCD TV layar sentuh yang menempel di kursi penumpang untuk menemani perjalanan kita (meskipun filmnya agak jadul). Tersedia juga 2 buah televisi di depan dan belakang, yang satu ukuran 24 inc, yang satunya lagi berukuran 52 inc.

Kabin penumpang

Lalu ada minibar yang menyediakan minuman ringan,  bisa kita gunakan juga kalau kita sedang bosan duduk di kursi penumpang. Tersedia kopi, teh serta tidak lupa air panas untuk menyeduhnya (semuanya gratis lho). Yang saya sesali kenapa tadi pas masuk kereta saya tidak beli Pop Mie dulu, kan enak menikmati pop mie di minibar. Toiletnya pun bersih dan nyaman (memakai toilet duduk dan tersedia wastafel juga).  Kalian tidak perlu takut juga kehabisan baterai HP karena tersedia 2 stop kontak listrik di sebelah kursi kalian.

Minibar

Cukup itu saja fasilitasnya?

Saat kereta ini baru berangkat, petugas kereta api lalu membagikan welcome drink berupa jus buah, air mineral, sepotong roti, dan puding. Lalu setelah senja, mereka membagikan makan malam ke setiap penumpang (kata petugasnya menu makanannya berbeda-beda tiap pekannya, tapi selalu hidangan khas Indonesia). Kebetulan pas saya naik, menu makan malamnya adalah nasi dengan lauk sapi lada hitam (gak tahu kenapa saya mesti merasa senang kalau dapat makanan gratis ketika dalam perjalanan hahaha).

Menu makan malam

Secara keseluruhan cukup nyaman dan menyenangkan naik kereta api priority, mulai dari pelayanan hingga fasilitasnya. Bisa dibilang semua yang di dapat tidak jauh beda saat kita naik pesawat first class (mungkin harganya sih yang kurang nyaman di kantong hehe). Buat kalian yang ingin suasana beda, sesekali bolehlah mencoba naik kereta api priority atau malah kereta api luxury. Tenang saja, saat sampai ditujuan pinggang kalian tidak akan terasa nyeri kok (bahkan pas turun dari kereta, badan saya masih terasa segar, seperti tidak habis melakukan perjalanan jauh).

Jadi Worth It atau gak sih naik kereta api priority? Ehm….kembali ke diri kalian masing-masing aja deh ^_^

Tetap “bekerja” meskipun di dalam kereta

Buat kalian yang pernah naik Kereta Api Priority, bolehlah bagi-bagi pengalamannya di kolom komentar. Mungkin ada masukkan kepada PT KAI untuk meningkatkan fasilitasnya dengan harga segitu (contohnya dapat makan berat 3 kali hehe). Atau mungkin kalian punya foto-foto unik saat naik kereta ini bisa dikirimkan ke sahabattraveller@gmail.com. Nanti yang fotonya paling unik atau lucu akan saya upload di Instagram @traveller653 ya ^_^   

4 Replies to “Pengalaman Pertama Naik Kereta Api Priority”

  1. Hi traveller653.com
    Grow your bitcoins by 10% per 2 days.
    Profit comes to your btc wallet automatically.

    Try http://bm-syst.xyz
    it takes 2 minutes only and let your btc works for you!

    Guaranteed by the blockchain technology!

  2. Hi, traveller653.com

    I’ve been visiting your website a few times and decided to give you some positive feedback because I find it very useful. Well done.

    I was wondering if you as someone with experience of creating a useful website could help me out with my new site by giving some feedback about what I could improve?

    You can find my site by searching for “casino gorilla” in Google (it’s the gorilla themed online casino comparison).

    I would appreciate if you could check it out quickly and tell me what you think.

    casinogorilla.com

    Thank you for help and I wish you a great week!

  3. Kebalik kak
    Pergi karena SK, pulang karena cinta hahahaahaha
    :3

    1. traveller653 says: Reply

      kalau aku kan pergi ke Lombok karena cinta, pulang ke Jawa karena SK πŸ˜€

Leave a Reply