Penerbangan Pertama ke Luar Negeri Bersama Garuda

Jam masih menunjukkan pukul 01.00 WIB saat saya dan istri harus memulai beraktifitas di pagi ini. Rasanya deg deg an juga karena ini pengalaman pertama saya ke luar negeri. Melewati proses imigrasi, merasakan suasana di negeri orang, dan masih banyak hal-hal lain yang ada dipikiran saya.

Alhamdulillah saya dan istri pada tanggal 20 November 2018 dapat memenuhi panggilan Allah SWT untuk menunaikan ibadah umroh ke tanah suci Mekkah. Kami memilih shafira tour sebagai agen perjalanan kami (nanti ada ulasan sendiri untuk shafira, pokoknya memuaskan banget lah pelayanannya). Paket yang kami pilih adalah ibadah umroh 10 hari dengan penerbangan menggunakan pesawat Garuda dengan rute Surabaya langsung ke Madinah.

Jam 05.35 kami sudah di panggil untuk masuk ke dalam pesawat.
  Oalah...... besar ya pesawatnya cin, kataku ke istri (ndeso dikit gak apa-apalah hehe)

Maklumlah ini pertama kali saya menaiki pesawat sebesar ini. Pesawat dengan jenis Airbus 330-300 dengan kode penerbangan GA974 ini dapat menampung sekitar 440 penumpang. Pertama kali saya menggunakan maskapai Garuda adalah saat ke Lombok, itupun memakai Garuda Eksplore, pesawat kecil berbaling-baling dengan posisi tempat duduk 2-2. Biasanya pun saat memakai batik, citilink atau lion, pesawat yang saya naiki adalah tipe boeing 737 dengan kapasitas penumpang 210 an orang.

Sapaan ramah dan hangat langsung kami dapatkan dari pramugari saat masuk ke dalam pesawat. Kabinnya cukup nyaman dengan berbagai fasilitasnya seperti toilet yang bersih, layar entertaiment yang menyuguhkan berbagai game dan film menarik, serta jarak antar tempat duduk yang tidak terlalu sempit. Dari layar tersebut kita juga dapat melihat posisi pesawat melalui maps yang tersedia, sehingga kita dapat mengetahui sudah berapa kilometer perjalanan yang kami lalui.

Baru satu jam duduk di pesawat, para pramugari sudah berkeliling memberikan kami sarapan. Menunya ada 2 yaitu ayam + nasi putih atau sosis + omlette, masing-masing dengan tambahan 3 iris buah dan sepotong roti. Minum yang disajikan pun juga banyak, ada kopi, teh, jus apel, jus jambu, jus jeruk hingga minuman bersoda seperti sprit dan coca cola.  Semua sudah include ke dalam harga tiket, jadi kalau mau nambah minum gratis kok, tinggal bilang saja ke petugasnya.

Meskipun rute pesawat ini langsung ke Medinah, tapi kami harus berhenti di Bandar Udara Sultan Iskandar Muda Aceh sekitar 30 menit untuk mengisi bahan bakar pesawat.  Jarak antara Aceh dan Bandara Pince Mohammed Bin Abdulaziz Madinah sekitar 6306 km atau 8.15 jam pejalanan. Supaya tidak bosan, kami menghabiskan waktu untuk menonton animasi Detective Conan, tidur, lalu lanjut nonton lagi (pokoknya gimana caranya biar tidak bosan, soalnya kalau sudah bosan badan pasti lebih capek).

Bandar Udara Sultan Iskandar Muda Aceh

Sekitar jam 10-an pramugari tadi berkeliling lagi untuk membagikan snack (bangun tidur sudah disuguhi jajan hahaha). Jadi selama perjalanan ini kami dapat 2 kali makan berat dan 2 kali snack ringan (padahal berat juga karena isinya roti). Kalau di rangkum aktifitas utama kami di pesawat ya cuman makan….tidur….nonton….tidur lagi…..bangun terus makan (aktifitas yang sangat bermanfaat ya hehe)

Pokoknya seru lah terbang bersama Garuda. Meskipun saya belum pernah mencoba maskapai lain untuk ke luar negeri, tapi saya cukup puas dengan pelayanan yang diberikan Garuda.

The Airlines of Indonesia

*** Terima kasih Garuda, terima kasih Shafira ****

Leave a Reply