Duka Kami untuk Sahabat

Lion Air JT 610. Pesawat itu akan selalu terkenang buat segenap Keluarga Besar Kementerian Keuangan, meninggalkan memori kelabu dengan duka yang mendalam. 21 orang putra putri terbaik Kemenkeu turut menjadi korban jatuhnya pesawat tersebut di perairan Karawang. Peristiwa tersebut tepat sehari sebelum kami memperingati Hari Oeang ke-72, sebuah kado kelam buat kami insan Kemenkeu.

Kenapa bisa begitu banyak korban dari Kemenkeu?

Buat kami para pegawai Kemenkeu, sudah menjadi hal yang lumrah menjalin hubungan jarak jauh dengan keluarga, terpisah beribu-ribu kilometer, yang kadang tidak bisa kami jangkau hanya dengan sekali penerbangan. Kami harus mengabdi ke seluruh penjuru tanah air demi menjalankan tugas kami sebagai ASN di bidang Keuangan Negara. Istilah PJKA (Pulang Jumat Kembali Ahad) lekat dengan kami. Bahkan banyak juga diantara kami yang baru bisa pulang ke rumah untuk bertemu dengan istri maupun keluarga setelah menunggu 1-3 bulan dikarenakan banyak faktor.

Kami biasa mengambil penerbangan senin pagi untuk kembali ke tempat kami bertugas, mengambil penerbangan paling pagi supaya tidak terlambat sampai kantor. Kenapa tidak ambil penerbangan minggu malam? Buat kalian yang pernah atau sedang menjalani hubungan LDM (Long Distance Marriage), waktu 1 jam bersama pasangan dan anak tentu sangat berharga. Bisa tidur dengan mereka untuk satu malam lagi tentu hal yang tidak akan kami lewatkan. Tak jarang beberapa teman kami tidak bisa menyaksikan tahap pertahap perkembangan anak mereka saat bayi lalu merangkak, hingga mereka bisa berlari. Hal yang tentu akan banyak disesali oleh sebagian besar orang tua.

Lalu kenapa tidak diajak saja keluarganya supaya tidak terpisah jauh?

Kalau kami bisa melakukan itu, tentu kami akan sangat senang membawa keluarga kami ke manapun kami bekerja. Tapi Indonesia tidak hanya Pulau Jawa, tidak semua daerah di Indonesia merupakan kota besar. Jika kalian pernah mendengar nama Bau-bau, Ende, Tobelo, Tarakan dan masih banyak lagi, kalian yang berdomisili di Jawa maupun di kota-kota besar tentu akan berpikir ulang untuk membawa keluarga kalian ke sana. Banyak faktor yang membuat kami lebih memilih meninggalkan istri dan anak di homebase, misalnya faktor layanan kesehatan, pendidikan, lingkungan, bahkan faktor keuangan. Dan percayalah itu sangat berat bagi kami jauh dari orang-orang yang kami sayangi.

Tapi kami tak pernah mengeluh untuk menjalaninya, kami ikhlas mengabdi sepenuh hati, bekerja secara maksimal meskipun kami harus jauh dari keluarga. Terkadang rasa iri itu muncul saat melihat beberapa teman yang bisa bertemu dengan keluarganya setiap hari, tapi itu hal yang wajar saat rindu ingin bertemu keluarga sedang menggebu-gebu. Dan kami yakin sahabat-sahabat kami yang menjadi korban tersebut juga akan memberikan kemampuan terbaik mereka untuk mengamankan keuangan negara sesuai tugas mereka masing-masing.

Untuk kalian yang saat ini masih terpisah jarak dengan istri atau suami, percayalah rencana Allah SWT yang terbaik karena sebaik-baiknya rencana adalah dari Allah SWT. Mungkin dengan kejadian ini akan membuat kami sedikit was-was dan takut naik pesawat, tapi rasa rindu bertemu istri atau suami tak akan menghalangi kami buat pulang menemui mereka.

Selamat jalan kawan, mungkin itu adalah perjalanan terakhir kalian dalam menunaikan tugas negara. Doa terbaik kami untuk sahabat kami dan keluarga yang ditinggalkan. Semoga Allah memberikan tempat terbaik di sisi-Nya dan mengampuni semua dosa-dosa kalian, sahabat-sahabat kami pejuang Kementerian Keuangan. Sesungguhnya semua milik-Nya dan akan kembali lagi kepada-Nya.

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (QS. Al-Baqarah: 155) (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. (QS. Al-Baqarah: 156) Mereka itulah yang mendapatkan keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Rabbnya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-Baqarah: 157)

2 Replies to “Duka Kami untuk Sahabat”

  1. Good man! That is an important present – slots, roulette and blackjack games. http://bit.ly/2yzCvGn

  2. Aamiin

Leave a Reply